Tuesday, 13 December 2011

Kebutuhan Dasar Manusia

http://pencenk-estry.blogspot.com/
Sandang, pangan, dan papan itulah yang sering kita dengar dari seseorang kalau berbicara tentang kebutuhan dasar manusia. Namun sebenarnya masih banyak lagi yang merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang mungkin sebenarnya kita butuh dan bahkan punya tapi kita tidak mengetahuinya. Contohnya saja begini kalau anda sudah punya baju, sudah punya rumah dan sudah punya makanan apakah kita masih bisa hidup. Untuk itu pada postingan kali ini mantri pencenk akan sedikit berbagi ilmu tentang kebutuhan dasar manusia yang paling populer saat ini yaitu teori Teori Hierarki Kebutuhan dasar manusia Abraham Maslow yang mungkin anda akan bosan membacanya karena sangat panjang sekali penjelasanya....
Langsung Saja ke TKP....


Manusia mempunyai kebutuhan dasar (kebutuhan pokok) untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Walaupun setiap individu mempunyai karakteristik yang unik, kebutuhan dasarnya sama. Perbedaannya hanya dalam cara pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. Kebutuhan dasar manusia mempunyai banyak kategori atau jenis. Salah satunya ialah kebutuhan fisiologis (seperti oksigen, cairan, nutrisi. eliminasi, dan lain-lain) sebagai kebutuhan yang paling mendasar dalam jasmaniah. Namun, setiap manusia pada hakikatnya mempunyai dua macam kebutuhan dasar yaitu kebutuhan yang berbentuk materi dan nonmateri.

Suatu sifat dapat dipandang sebagai kebutuhan dasar jika memenuhi syarat-syarat berikut ini:
  1. Ketidakhadirannya menimbulkan penyakit.
  2. Kehadirannya mencegah timbulnya penyakit.
  3. Pemulihannya menyembuhkan penyakit.
  4. Dalam situasi-situasi tertentu yang sangat kompleks dan di mana orang bebas memilih, orang yang sedang berkekurangan ternyata mengutamakan kebutuhan itu dibandingkan jenis-jenis kepuasan lainnya.
  5. Kebutuhan itu tidak aktif, lemah atau secara fungsional tidak terdapat pada orang yang sehat.
KARAKTERISTIK KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Untuk mengetahui kebutuhan dasar manusia. maka terdapat hal yang perlu diperhatikan oleh tiap perawat terkait dengan karakteristik kebutuhan dasar manusia. Karakteristik tersebut antara lain:
  1. Manusia mempunyai kebutuhan dasar yang sama, walaupun setiap orang memiliki latar belakang sosial, budaya, persepsi, dan pengetahuan yang berbeda.
  2. Umumnya pemenuhan kebutuhan dasar setiap manusia sesuai dengan tingkat prioritasnya. Kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi merupakan kebutuhan dasar dengan prioritas yang paling tinggi/utama.
  3. Sebagian pemenuhan kebutuhan dasar dapat ditunda walaupun umumnya harus dipenuhi.
  4. Kegagalan pemenuhan salah satu kebutuhan dasar dapat mengakibatkan kondisi yang tidak seimbang sehingga menyebabkan sakit.
  5. Munculnya keinginan pemenuhan kebutuhan dasar dipengaruhi oleh stimulus internal maupun eksternal. Misalnya, kebutuhan untuk minum. Seseorang akan merasa haus selain disebabkan oleh berkurangnya cairan dalam tubuh, juga dapat dikarenakan melihat minuman yang segar di siang hari yang terik.
  6. Berbagai kebutuhan dasar akan saling berhubungan dan berpengaruh pada manusia. Misalnya, kebutuhan makan akan diikuti dengan kebutuhan minum.
  7. Ketika timbul keinginan terhadap suatu kebutuhan, maka individu akan berusaha untuk memenuhinya.
Macam – Macam Kebutuhan Dasar Manusia

1.      Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs).
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang sangat primer dan mutlak harus dipenuhi untuk memelihara homeostatis biologis dan kelangsungan kehidupan bagi tiap manusia. Kebutuhan ini merupakan syarat dasar, apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi maka dapat memengaruhi kebutuhan yang lain. Sebagai contoh, seseorang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen dapat mengakibatkan dia tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan yang lain, misalnya makanan atau beraktivitas. (Oksigen disini artinya bernafas)

2.      Kebutuhan Keselamatan dan Keamanan (Self Security Needs)
Kebutuhan akan keselamatan dan keamanan adalah kebutuhan untuk melindungi diri dari berbagai bahaya yang mengancam. baik terhadap fisik maupun psikososial. Ancaman terhadap keselamatan dan keamanan fisik seseorang dapat dikategorikan ke dalam ancaman mekanik, kimia, termal, dan bakteri. Kebutuhan keselamatan dan keamanan berkenaan dengan konteks fisiologis dan hubungan interpersonal. Keselamatan dan keamanan dalam konteks secara fisiologis berhubungan dengan sesuatu yang mengancam tubuh seseorang dan kehidupannya. Ancaman bisa nyata atau hanya imajinasi misalnya penyakit, nyeri,  cemas, dan lain sebagainya.

3.      Kebutuhan Mencintai dan Dicintai (Love and Belongingness Needs).
Kebutuhan cinta adalah kebutuhan dasar yang menggambarkan emosi seseorang. Kebutuhan ini merupakan suatu dorongan di mana seseorang. Berkeinginan untuk menjalin hubungan yang bermakna secara efektif atau hubungan emosional dengan orang lain. Dorongan ini akan makin menekan seseorang sedemikian rupa, sehingga ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan akan cinta kasih dan perasaan memiliki. Kebutuhan akan mencintai dan dicintai ini sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian sesorang terutama anak. Kebutuhan cinta orang tua terhadap anaknya diperlukan untuk proses tumbuh kembang anak. Anak yang dibesarkan dengan cinta kasih sayang akan tumbuh rasa kasih sayang dalam dirinya sebab anak akan meniru apa yang dilihat dan dirasakan. Begitu pula sebaliknya. anak yang dibesarkan dengan penuh perilaku kekerasan akan menjadi anak yang melakukan perilaku kekerasan ketika dewasa kelak. Sebab, sebagian besar perilaku anak kelak ketika dewasa merupakan hasil proses peniruan baik terhadap orang tuanya, saudaranya, maupun orang dewasa di sekitarnya secara langsung ataupun tidak langsung. Yang perlu kita pahami tentang cinta disini adalah ;
a.       Cinta adalah dukungan.
Artinya dalam keluarga harus saling mendukung hal – hal yang positif walupun kadang antar angota keluarga saling bentrok pendapat.
Bagi perawat ; konsep ini memberikan makna bagi perawat bahwa klien yang dirawat membutuhkan adanya dukungan terhadap kesembuhannya. Dukungan yang diberikan perawat dapat dilakukan melalui intervensi keperawatan, misalnya dengan memberikan motivasi untuk membangkitkan semangat hidup klien.Dukungan yang dibutuhkan klien bukan hanya dari perawat. tetapi juga dukungan dari keluarga. Bentuk dukungan keluargalah yang mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan klien. Untuk memenuhi kebutuhan klien terhadap dukungan keluarga ini, maka perawat dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator yang memfasilitasi klien dengan keluarganya.
b.      Cinta adalah ketulusan
Artinya dalam satu anggota keluarga kita harus tulus dalam saling tolong – menolong ataupun kalau memberikan bantuan pada anggota keluarga lain.
Bagi perawat ; Konsep ini memberikan landasan bagi perawat bahwa perawat harus tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Ketulusan ini diwujudkan dengan sikap perawat yang tidak membeda-bedakan dalam melayani klien. Semua klien dilayani oleh perawat dengan baik.
c.       Cinta adalah perhatian
Artinya dalam keluarga seharusnya kita saling perhatian contohnya perhatian orang tua ke pada anak.
Bagi Perawat : Konsep ini selaras dengan hakikat keperawatan yaitu care. Artinya, keperawatan merupakan profesi yang memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap manusia. Klien yang dirawat akan diberikan asuhan keperawatan dengan penuh perhatian. Bentuk perhatian dan kepedulian perawat terhadap klien di antaranya adalah kehadiran perawat sebagai helper (penolong)

4.      Kebutuhan Harga Diri (Esteem Needs)
Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisis seberapa baik perilaku seseorang sesuai dengan ideal diri (Stuart dan Suddeen 1998). Menurut hierarki kebutuhan manusia, seseorang dapat mencapai kebutuhan harga diri bila kebutuhan terhadap mencintai dan dicintai telah terpenuhi. Terpenuhinya kebutuhan harga diriseseorang tampak dari sikap penghargaan diri. Penghargaan diri sering merujuk ke penghormatan diri dan pengakuan diri. Dengan demikian, untuk memiliki harga diri yang positif, seseorang harus menghargai apa pun yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan serta harus yakin bahwa apa yang dilakukan benar. Selain itu, orang itu juga harus merasa dibutuhkan dan berguna bagi orang lain serta lingkungannya. Pencapaian harga diri yang positif bergantung pada kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar yang lain. Contohnya, kebutuhan harga diri tidak akan tercapai dengan optimal jika kebutuhan akan cinta atau keamanan tidak terpenuhi secara memuaskan. Selain itu, harga diri juga dipengaruhi oleh perasaan ketergantungan dan kemandirian. Harga diri dapat menurun pada orang yang sedang sakit karena mempunyai ketergantungan yang besar terhadap orang lain. Sebaliknya, harga diri seseorang pun akan meningkat apabila tingkat kemandiriannya besar.

5.      Kebutuhan Aktualisasi Diri (SelfActualization Needs)
Kebutuhan aktualisasi diri adalah tingkatan kebutuhan yang paling tinggi menurut Maslow dan Kalish. Oleh karenanya untuk mencapai tingkat kebutuhan aktualisasi diri ini banyak hambatan yang menghalanginya. Secara umum hambatan tersebut terbagi dua yakni internal dan eksternal. Hambatan internal adalah hambatan yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti ketidaktahuan akan potensi diri serta perasaan ragu dan takut mengungkapkan potensi diri, sehingga potensinya terus terpendam.
Hambatan eksternal adalah hambatan yang berasal dari luar diri seseorang, seperti budaya masyarakat yang tidak mendukung upaya aktualisasi potensi diri seseorang karena perbedaan karakter. Pada kenyataannya lingkungan masyarakat tidak sepenuhnya menunjang upaya aktualisasi diri warganya. Iadi, faktor lingkungan di masyarakat berpengaruh terhadap upaya mewujudkan aktualisasi diri. Artinya, aktualisasi diri dapat dilakukan jika lingkungan mengizinkannya. Hal tersebut berarti bahwa potensi seseorang sepenuhnya telah tercapai apabila seseorang telah mencapai aktualisasi diri secara penuh. Aktualisasi diri merupakan kemampuan seseorang untuk mengatur diri sendiri sehingga bebas dari berbagai tekanan, baik yang berasal dalam diri maupun di luar diri Kemampuan seseorang membebaskan diri dari tekanan internal dan eksternal dalam pengaktualisasian dirinya menunjukkan bahwa orang tersebut telah mencapai kematangan diri. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa aktualisasi dari pada hakekatnya adalah merupakan hasil dari kematangan diri, dan tidak semua orang dapat mencapai aktualisasi diri tersebut secara penuh. Hal ini disebabkan oleh terdapatnya dua kekuatan yang saling tarik-menarik dan akan selalu pengaruh-memengaruhi di dalam diri manusia itu sendiri sepanjang perjalanan hidup manusia. Seseorang yang telah mencapai aktualisasi diri dengan optimal akan memiliki kepribadian yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Menurut Maslnw pada tahun 1970 (lihat Kozier dan Erb 1998), ada beberapa karakteristik yang menunjukkan seseorang mencapai aktualisasi diri. Karakteristik tersebut antara lain sebagai berikut:
  1. Mampu melihat realitas secara lebih efisien.
  2. Penerimaan terhadap diri sendiri dan orang lain apa adanya.
  3. Spontanitas, kesederhanaan, dan kewajaran (segala tindakan, perilaku, dan gagasannya dilakukan secara spontan, wajar, dan tidak dibuat-buat.
  4. Terpusat pada persoalan.
  5. Membutuhkan kesendirian
  6. Otonomi; kemandirian terhadap kebudayaan dan lingkungan (tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan).
  7. Kesegaran dan apresiasi yang berkelanjutan ini. (rasa syukur atas segala potensi yang dimiliki pada orang yang mampu mengaktualisasikan dirinya).
  8. Hubungan interpersonal. (mempunyai kecenderungan untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.)
  9. Demokratis. (tidak membedakan orang lain berdasarkan golongan, etis, agama, suku, ras, status sosial-ekonomi, partai, dan lain-lain.)
  10. Rasa humor yang bermakna dan etis.( la tidak akan tertawa terhadap humor yang menghina, merendahkan, bahkan menjelekkan orang lain.)
  11. Kreativitas
  12. Independensi. (Ia mampu mempertahankan pendirian dan keputusan-keputusan yang ia ambil. Tidak goyah atau terpengaruh oleh berbagai guncangan ataupun kepentingan).
  13. Pengalaman puncak (peak experience) Orang yang mampu mengaktualisasikan diri akan memiliki perasaan yang menyatu dengan alam. Ia merasa tidak ada batas atau sekat antara dirinya dengan alam semesta. Artinya, orang yang mampu mengaktualisasikan diri terbebas dari sekat-sekat berupa suku, bahasa, agama, ketakutan, keraguan, dan sekat-sekat lainnya. Oleh karena itu. ia akan memiliki sifat yang jujur, ikhlas, bersahaja, tulus hati, alami, dan terbuka. Karakter-karakter ini merupakan cerminan orang yang berada pada pencapaian kehidupan yang prima (peak experience). Konsekuensinya ia akan merasakan bersyukur pada Tuhan, orang tua, orang lain, alam, dan segala sesuatu yang menyebabkan keberuntungannya tersebut.
Itu tadi sedikit info dari saya. Apakah masih ada yang berfikir kalau kita tanpa bernafas masih bisa mencari sandang, pangan, atau papan?? Silahkan anda sendiri yang menjawabnya... semoga bermanfaat suwun....
 
Sumber ; Teknik Prosedural Keperawatan “Konsep Dan Aplikasi Kebutuhan Klien”, Asmadi, 2008

9 comments:

  1. Kunjungan malam sob sambil baca-baca

    ReplyDelete
  2. Boleh ditambahi Mas, satu lagi yang tak kalah penting dan tak perduli kaya atau miskin adalah kebutuhan mengabdi. Baik secara vertikal (Tuhan) dan horizontal (keluarga/sesama manusia). Tapi kayaknya gak kebutuhan yang mendasar ya?

    ReplyDelete
  3. a very complete article, I like this

    ReplyDelete
  4. isman : waduh itu versi kita pak..hehehheh ada juga tapi belum saya sentuh pak...hehheheh
    Brilli Healthy ; tanks...hehhehe

    ReplyDelete
  5. kalau boleh tau, maksud dari kata2 :

    "Suatu sifat dapat dipandang sebagai kebutuhan dasar jika memenuhi syarat-syarat berikut ini:
    Ketidakhadirannya menimbulkan penyakit.
    Kehadirannya mencegah timbulnya penyakit.
    Pemulihannya menyembuhkan penyakit.
    Dalam situasi-situasi tertentu yang sangat kompleks dan di mana orang bebas memilih, orang yang sedang berkekurangan ternyata mengutamakan kebutuhan itu dibandingkan jenis-jenis kepuasan lainnya.
    Kebutuhan itu tidak aktif, lemah atau secara fungsional tidak terdapat pada orang yang sehat."

    itu apa ya? maaf saya masih belum mengerti tentang "penyakit" yang disebut.. kebetulan bahan skripsi saya tentang teori kebutuhan maslow.. sebelumnya terima kasih

    ReplyDelete