iklan utama

info terbaru

Friday, 11 April 2014

Imunisasi

Pada zaman dahulu kala tentang imunisasi sudah saya post untuk melihatnya klik disini tapi ada salah satu sobat bloger yang mengingatkan kalau materi imunisasi sudah ada yang up to date. Dan baru ada kesempatan untuk memperbaruinya maklum dikarenakan site yang jauh dari layanan internet..
dibawah ini update jadwal imunisasi versi IDAI serta beberapa tambahan msalah tentang imunisasi ; 
langsung saja cekibrot..

klik untuk perbesar gambar
1. Mengapa jadwal imunisasi di beberapa praktek dokter, klinik atau rumah sakit berbeda-beda?
Perbedaan jadwal imunisasi pada kurun waktu yang berbeda di beberapa praktek dokter antara lain karena sumber rujukan yang berbeda, adanya pergeseran epidemiologi penyakit tertentu, adanya modifikasi untuk memudahkan orangtua, atau pertimbangan khusus berdasarkan keadaan bayi dan anak pada saat itu. Apabila diamati lebih teliti, jadwal yang seolah berbeda-beda tersebut umunya masih berada rentang umur jadwal yang dianjurkan oleh Program Pengembangan Imunisasi (PPI – Depkes) maupun Satgas Imunisasi PP IDAI.

2. Jadwal Imunisasi mana yang terbaik ?
Sesuai dengan jawaban di atas, maka jadwal yang terbaik adalah yang masih masuk di dalam rentang umur Jadwal Imunisasi PPI Depkes maupun PPI Depkes maupun Rekomendasi SAtgas Imunisasi PP IDAI. Namun harus dipertimbangkan pula keadaan dan riwayat bayi/anak yang berkaitan dengan indikasi kontra atau risiko kejadian ikutan pasca imunisasi, serta permintaan orangtua (misalnya vaksinasi varilrix sebelum umur 10 tahun). Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut dokter dapat melakukan penyesuaian untuk kepentingan bayi / anak, disertai penjelasan kepada orangtua.

3. Jika pada saat balita sudah diimunisasi lengkap, apakah di sekolah perlu diimunisasi lagi ? Mengapa perlu ?
Imunisasi yang perlu diberikan ulangan pada sekolah pada sekolah dasar yaitu imunisasi campak dan DT (kelas 1), dan TT (kelas 2, 3 dan 6). Banyak anak yang sudah divaksinasi waktu bayi ternyata pada umur 5 -7 tahun 28,3 % diantaranya masih terkena campak. Pada umur >10 tahun masih dijumpai kasus difteria. Untuk pemberantasan tetanus neonatorium sedikitnya dibutuhkan 5 kali suntikan tetanus toksoid sejak bayi sampai dewasa, sehingga kekebalan pada umur dewasa akan berlangsung sekitar 20 tahun lagi.

4. Bayi / Anak sedang pilek batuk bolehkah di imunisasi ?
Boleh. Batuk pilek ringan tanpa demam boleh diimunisasi, kecuali bila bayi sangat rewel, imunisasi dapat ditunda 1 – 2 minggu kemudian.

5. Jika sedang minum antibiotik bolehkah diimunisasi ?
Boleh, karena antibiotik tidak mengganggu potensi vaksin. Perlu dipertimbangkan apabila bayi / anak menderita penyakit atau keadaan tertentu sesuai pedoman umum vaksinasi.

6. Jika sedang minum obat lain apakah boleh diimunisasi ?
Apabila anak sedang minum obat prednison 2 mg/kgbb/hari, dianjurkan menunda imunisasi 1 bulan setelah selesai pengobatan.

7. Sesudah diimunisasi apakah pasti tidak akan tertular penyakit tersebut ?
Bayi / Anak yang telah diimunisasi walaupun kemungkinannya kecil masih dapat tertular penyakit tersebut, namun jauh lebih ringan dibanding terkena penyakit secara alami.

8. Apaah jadwal imunisasi untuk bayi prematur harus ditunda ?
Ya, vaksin polio sebaiknya diberikan sesudah bayi prematur berumur 2 bulan atau berat badan sudah > 2000 gram, demikian pula DPT, hepatitis B dan Hib.

9. Berapa lama jarak antara pemberian ASI dengan pemberian vaksin polio oral ?
Air susu ibu dapat diberikan segera setelah imunisasi polio oral pada umur lebih dari 1 minggu. ASI yang diproduksi dalam 1 minggu pertama (kolostrum) terdapat antibodi dengan titer tinggi yang dapat mengikat vaksin polio oral.

10. Bagaimana jika bayi memuntahkan vaksin polio ?
Jika muntah terjadi sebelum 10 menit segera berikan lagi vaksin polio dengan dosis sama.
Jika muntah berulang, berikan lagi pada keesokan harinya.

11. Apabila jarak antar imunisasi labih lama dari jarak yang dianjurkan, apakah vaksinasi perlu diulang ?
Tidak pelu diulang, karena sistem imunisasi tubuh dapat “mengingat” rangsangan vaksin terdahulu. Lanjutkan dengan vaksinasi yang belum diberikan dengan jarak sesuai anjuran.

12. Apabila anak diberi beberapa jenis vaksin sekaligus apakah tidak berbahaya ?
Tidak berbahaya, asalkan imunisasi dilakukan di bagian tubuh yang berbeda (misalnya paha / lengan kiri dan kanan), menggunakan alat suntik yang berlainan dan memperhatikan ketentuan umum tentang pemberian vaksin.

13. Beberapa dokter menyuntikkan vaksin di tempat yang berbeda walaupun vaksinnya sama. Apakah ada perbedaan kekebalan ?
(Misalnya penyuntikan vaksin BCG ada yang di lengan atau pinggul, campak, hepatitis B, Hib, DPT di lengan atau paha).
Pemilihan tempat penyuntikan vaksin berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain tebal otot atau lemak, untuk mendapatkan kekebalan optimal, cedera yang minimal pada jaringan, pembuluh darah, saraf di sekitarnya, memperkecil kemungkinan rasa tidak nyaman pada bayi dan anak akibat gerakan, sentuhan, terutama apabila bayi sudah dapat berjalan, dan bayi dan anak akibat gerakan, sentuhan, terutama apabila bayi sudah dapat berjalan, dan pertimbangan estetis. Perbedaan tempat penyuntikan tidak menimbulkan perbedaan kekebalan, asalkan kedalaman penusukan jarum atau jaringan yang disuntik vaksin (infrakutan, subkutan, intramuskular) sesuai dengan ketentuan untuk setiap jenis vaksin. Khusus untuk BCG sudah ada kesepakatan diberikan pada lengan kanan atas (deltoid).

14. Jika pada imunisasi terdahulu timbul kejadian ikutan pasca imunisasi, bagaimana jadwal vaksinasi selanjutnya ?
Jika kejadian ikutan pasca imunisasi hanya ringan, vaksinasi berikutnya sesuai jadwal, tetapi jika berat sebaiknya dosis berikutnya tidak dilanjutkan. Jika kejadian ikutan pasca imunisasi DPT cukup berat, dosis berikutnya menggunakan vaksin DT.

15. Apakah dibenarkan mengurangi dosis menjadi setengahnya atau menjadi dosis terbagi (split doses) ?
Pengurangan dosis menjadi setengahnya, atau membagi dosis sangat tidak dibenarkan.

16. Apabila bayi / anak sudah pernah sakit campak, rubela atau batuk rejan bolehkah di imunisasi untuk penyakit-penyakit tersebut? Apakah justru indikasi kontra ?
Boleh, walaupun ada riwayat pernah menderita penyakit tersebut vaksinasi tidaklah berbahaya. Vaksinasi bayi / anak dengan riwayat pernah sakit campak akan meningkatkan kekebalan dan tidak menimbulkan risiko. Diagnosis campak dan rubella tanpa konfirmasi laboratorium sangat tidak dapat dipercaya. Anak dengan riwayat pernah sakit tersebut sebaiknya tetap diberikan MMR.

17. Apakah anak yang menderita epilepsi bolehkah diimunisasi ?
Kelainan neurologik yang stabil dan riwayat kejang atau epilepsi di dalam keluarga bukanlah indikasi kontra untuk memberikan vaksinasi DPT. Orangtua atau pengasuh harus diingatkan bahwa sesudah vaksinasi dapat timbul demam, oleh karena itu dianjurkan untuk segera memberikan obat penurun panas. Harus diingatkan pula bahwa demam pasca vaksinasi campak timbul 5 – 10 hari setelah imunisasi.

18. Apakah anak yang menderita alergi boleh diimunisasi ?
Pasien asma, eksim dan pilek boleh diimunisasi tetapi kita harus sangat berhati-hati jika anak alergi berat terhadap telur. Jika riwayat reaksi anafilaktik terhadap telur (urtikaria luas, pembengkakan mulut atau tenggorok, kesulitan bernafas, mengi, penurunan tekanan darah atau syok) merupakan indikasi kontra untuk vaksin influenza, demam kuning dan demam Q. Sedangkan untuk vaksin MMR karena kejadian reaksi anafilaktik sangat jarang, masih boleh diberikan dengan pengawasan.

19. Apakah imunisasi menyebabkan anak menderita autisme ?
Sampai saat ini belum ada bukti yang menyokong bahwa imunisasi (jenis imunisasi apapun) dapat menyebabkan autisme. Baik Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun Departemen Kesehatan & Kesos RI tetap merekomendasikan pemberian semua imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

terima kasih suwun...


sumber klik disini.

Wednesday, 9 April 2014

Tips Masalah Obat - obatan

Salam Sejahtera..
Tulisan ini akan membahas sedikt masalah tentang yang namaya obat yang mungkin para agans - agans semua sudah sangat paham dan mengerti. Disini hanya opini penulis saja kalau ada yang mau menambahkan silahkan saja di kolom komentar. uyeeee
Sering kali saya mendapati seorang pasien yang sangat ngeyel dan pinternya kebablasan contohnya saja dia datang mau minta dumin untuk penurun panas tapi setelah saya kasih Paracetamol 500 mg dia gak mau katanya itu hanya paracetamol tidak akan menurunkan demam dan ujung - ujungnya ya seperti itulah yang waras ngalah. Dan dibawah ini ada beberapa poin tentang obat yang menurut saya agak penting, langsung saja cekibrot.
  1. Jangan pernah melihat obat dari merknya tapi lihatlah isinya, karena diindonesia sendiri sudah ada puluhan pabrik obat tentunya anda akan kesulitan dalam menghafal merk belum lagi obat dari luar negeri. contohnya saja asam mafenamat dari merk mefinal dan lain sebagainya, ada lagi Ibuprofen dari merk Farsifen dan obat lain - lainya. kalau bahan obat tersebut tidak jelas maka jangan diminum.
  2. Pakai saja obat generik yang lebih murah dan menurut saya khasiatnya sama saja dengan obat pantent/non generik, yang penting teratur minumnya dan anda percaya pada petugas medisnya.
  3. Baca cara pemberianya / cara pemakaian ada beberapa kode di label cara mengkonsumsi obat tersebut tapi kalau dipasaran rata - rata diminum dan oles saja.
  4. Cek tanggal kadaluwarsanya.
  5. Jangan pernah menyisakan Antibiotik yang diberikan oleh petugas medis atau penyakit anda akan semakin kebal dengan antibiotik tersebut, dan bila anda sakit lagi akan susah diobati. ( harus dengan antibiotik yang lebih tinggi).
  6. Jangan menggunakan obat tetes mata bergantian
    karena dapat menularkan penyakitnya.
  7. Jangan pernah mengkonsumsi obat yang sudah lama (bekas penyakit yang lalu)  yang tidak disimpan dengan baik.
  8. Kurangi penggunaan obat - obatan kortikosteroid, biasanya kebanyakan orang medis menyebutnya obat dewa karena obat ini sangat manjur tapi hati - hati karena dalam waktu jangka panjang menimbulkan efek samping yang cukup serius seperti moonface, hiperglikemia, hipertensi, dan lain-lain. obat ini amat sangat sering digunakan oleh ahli - ahli medis yaang gila akan keuntungan berharap pasien cepat sembuh dan menjadi langganan karena obatnya manjur tanpa memikirkan efek jangka panjang pada pasien, contah obatnya adalah ; dexamethason, methilprednisolon, prednison dll.
  9. Makanlah sebelum / sesudah minum obat karena obat itu rata - rata dapat mengiritasi lambung.
  10. Lihatlah efek samping obat karena sebagian obat dapat menimbulkan mual ngantuk maupun mulut kering jadi anda dapat mengantisipasinya.
  11. Lihat dosis, ini perlu kita lihat supaya kita tidak over dosis.
  12. Jangan berharap obat yang anda minum akan segera memberikan efek, karena perlu diketahui untuk obat yang cara pemberaianya melalui oral/mulut (diminum) masih membutuhkan waktu untuk absorsi atau penyerapan yang kira - kira membutuhkan waktu lebih dari 15 menit.
  13. Bagi orang - orang yang alergi obat tertentu maka catatlah obat tersebut dan jangan sampai lupa memberi tahu petugas medis/dokter bila anda berobat.
  14. Cek harganya biasanya harga obat tercantum di bungkus obat bila harnganya telalu mahal jangan segan untuk tanya. (bukan mahal obatnya tapi ilmunya itu jawaban yang pasti anda terima heeeee).


Itu sedikit opini saya tentang obat kalau ada yang mau menambahkan silahkan di kolom coment...

terima kasih uyeeeeeeee

Monday, 7 April 2014

Sakit Pinggang / Low Back Pain (LBP)




Selamat Malam

sedikit informasi tentang sakit pinggang, langsung saja cekibrot.

Pengertian.
Low Back Pain atau sakit pinggang bagian bawah adalah perasaan nyeri di daerah lumbasakral dan sakroiliakal, nyeri pinggang bawah ini sering disertai penjalaran ketungkai sampai kaki. (Harsono, 2000:265).

Herniasi diskus (carram) intervertebralis (HNP) merupakan penyebab utama nyeri punggung bawah yang berat, kronik dan berulang (kambuh), mungkin sebagai dampak trauma atau perubahan degeneratif yang berhubungan dengan proses penuaan. (Doenges, Marylinn, 1999:320).
 
Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri local maupun radikuler atau keduanya, nyeri ini terasa diantara sudut rusuk terbawah (torakal XII) dan lipat bokong bawah yaitu didaerah lumbal dan lumbasakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri kearah tungkai dan kaki.
 
Low back pain dapat berupa rasa kemeng atau sedikit pegal sampai nyeri sekali, sakit ini dapat timbul secara mendadak ataupun secara perlahan-lahan dalam waktu beberapa jam sampai beberapa hari.  Rasa sakit dapat dirasakan pada tubuh bagian belakang, dari tulang iga terakhir sampai bagian bawah bokong dan juga dapat menjalar ketungkai.  Sering kali penderita cemas kalau LBPnya berasal dari penyakit ginjal atau kencing batu anggapan itu tidaklah selalu benar.
Jika diperhatikan secara seksama keluhan LBP sangat bervariasi, kualitas nyeri, intensitas serta penyebarannya sangat bervariasi, berbagai sikap badan seperti berdiri, duduk atau berbaring sangat berpengaruh terhadap timbulnya rasa nyeri.
 
Penyebab
 Pembagian etiologi berdasarkan sistem anatomi :
a.       LBP Viserogenik (organ abdomen)
Kelainan berasal dari ginjal, viscera pelvis, omentum minor, tumor retroperitoneal, fibroid retrouteri
b.      LBP Verkulogenik (pembuluh darah)
Aneurisme diabdomen, penyakit vaskuler perifes, insufiensi dari arteri glutea superior
c.       LBP Neuvogenik
Tumor-tumor letaknya ekstradural maupun intradural ekstra medullar sering menyebabkan LBP oleh karena juga menekan radik.
d.      LBP Spondilogenik
Berasal dari :
·         Tulang koluma spinalis (trauma, radang, tumor, metabolic dan spondilolistesis)
·         Sendi-sendir sakroiliakan
·         Jaringan lunak (degenerasi diskus, aptur diskus, penjepitan akar saraf akibat stenosis spinalis.
e.       LBP Psikogenik
Dapat disebabkan oleh keadaan depresi, kecemasan maupun neurosis

Pembagian lain adalah berdasarkan etiologi :
a.       LBP Traumatik
1)      LBP pada unsur miofasial
2)      LBP akibat trauma pada komponen keras susunan neuromuskuloskeletal
b.      LBP akibat proses degeneratif yang mencakup
1)      Spondilosis
2)      HNP (syaraf kejepit)
3)      Stenosis spinalis
4)      Oesteoartritis
c.       LBP akibat penyakit inflamasi yaitu
1)      Artritis rematoid
2)      Spondilitis angkilopoetika
3)      Spondylitis
d.      LBP akibat gangguan metabolisme, misalnya osteoporosis tulang
e.       LBP akibat neoplasma
1)      Tumor myelum
2)      Retikulosis
f.       LBP akibat kelainan congenital
g.      LBP sebagai refered pain
h.      LBP akibat gangguan sirkulatorik
i.        LBP oleh karena psikoneurotik
 
Pembagian LBP
Low back pain dikatagorikan sebagai akut (kurang dari 12 minggu), sub akut (6-12 minggu) dan kronik (lebih dari 12 minggu). Umumnya LBP berhubungan dengan peregangan ligament dan otot yang diakibatkan dari mekanik tubuh yang salah saat mengangkat sesuatu. Faktor resiko untuk mengalami LBP adalah berat badan berlebih, memiliki postur dan memiliki kekuatan otot perut yang buruk.
 
 
Pencegahan dan Pengobatan
Berikut ini akan diuraikan cara pencegahan terjadinya low back pain dan cara mengurangi nyeri apabila LBP telah terjadi.

Latihan Punggung Setiap Hari
  1.    Berbaringlah terlentang pada lantai atau matras yang keras. Tekukan satu lutut dan gerakkanlah menuju dada lalu tahan beberapa detik. Kemudian lakukan lagi pada kaki yang lain. Lakukanlah beberapa kali.
  2.    Berbaringlah terlentang dengan kedua kaki ditekuk lalu luruskanlah ke lantai. Kencangkanlah perut dan bokong lalu tekanlah punggung ke lantai, tahanlah beberapa detik kemudian relaks. Ulangi beberapa kali.
  3.      Berbaring terlentang dengan kaki ditekuk dan telapak kaki berada flat di lantai. Lakukan sit up parsial,dengan melipatkan tangan di tangan dan mengangkat bahu setinggi 6 -12 inci dari lantai. Lakukan beberapa kali.

Berhati-Hatilah Saat Mengangkat
  1. Gerakanlah tubuh kepada barang yang akan diangkat sebelum mengangkatnya.
  2. Tekukan lutut , bukan punggung, untuk mengangkat benda yang lebih rendah.
  3. Peganglah benda dekat perut dan dada.
  4. Tekukan lagi kaki saat menurunkan benda.
  5. Hindari memutarkan punggung saat mengangkat suatu benda.

Lindungi Punggung Saat Duduk dan Berdiri 
  1. Hindari duduk di kursi yang empuk dalam waktu lama 
  2. Jika memerlukan waktu yang lama untuk duduk saat bekerja, pastikan bahwa lutut sejajar dengan paha. 
  3. Gunakan alat Bantu (seperti ganjalan/bantalan kaki) jika memang diperlukan.
  4. Jika memang harus berdiri terlalu lama,letakkanlah salah satu kaki pada bantalan kaki secara bergantian.
  5. Berjalanlah sejenak dan mengubah posisi secara periodic.
  6. Tegakkanlah kursi mobil sehingga lutut daapt tertekuk dengan baik tidak teregang. Gnakanlah bantal di punggung bila tidak cukup menyangga pada saat duduk dikursi
Tetaplah Aktif dan Hidup Sehat 
  1. Berjalanlah setiap hari dengan menggunakan pakaian yang nyaman dan sepatu berhak rendah
  2. Makanlah makanan seimbang, diit rendah lemak dan banyak mengkonsumi sayur dan buah untuk mencegah konstipasi. 
  3. Tidurlah di kasur yang nyaman. 
  4. Hubungilah petugas kesehatan bila nyeri memburuk atau terjadi trauma.  
 
cukup sekian dan terima kasih... wasalam
 

Anda Pengunjung Yang Ke


tweet

alexa