iklan utama

info terbaru

Monday, 19 December 2011

Bagian - Bagian Alat Kelamin Pria

pencenk-estry.blogspot.com
Selamat beraktifitas semuanya.. lama tak posting diriku dikarenakan modem disita calon istri. Katanya kebanyakan di depan komputer banyak yang gak keurus, maka dalam kesempatan yang amat sangat terbatas ini mantri pencenk akan membahas tentang bagian - bagian alat kelamin pria. Ini dikeranakan supaya kita lebih paham dengan senjata para lelaki ini dan supaya kita lebih bisa menjaga kesehatanya. tujuanya bukan pornografi tapi sebatas pengetahuan saja..
Langsung Saja Ke TKP...

Peran reprodusi laki-laki adalah membentuk dan mengeluarkan sperma agar seorang wanita menjadi hamil. Untuk melaksanakan fungsi - fungsi tersebut, maka pria dilengkapi dengan organ-organ seksual interna dan seksual eksterna. Struktur interna dan eksterna mencakup testis, tubulus-tubulus yang membawa sperma keluar testis, bermacam-macam kelenjar, dan penis. Lihat gambar....

Testis
Testis adalah gonad pria. Testis terbentuk selama gestasi sebagai respons terhadap sintesis androgen oleh mudigah laki-laki. Androgen primer adalah testosteron, yang sintesisnya dimulai pada usia kehamilan 8 minggu. Selama masa gestasi dini, testis janin terletak di dalam rongga abdomen. Pada usia gestasi sekitar 6 bulan, testis turun dari rongga abdomen melalui kanalis inguinalis ke dalam kantong ekstema, yang disebut skrotum. Pembuluh-pembuluh darah, saraf, dan korda penunjang juga ikut turun dari rongga abdomen secara bersamaan. Setelah turun, lubang kanalis bagian abdomen tertutup. Skrotum terletak di sebelah dorsal penis, dan karena letaknya di luar, suhunya lebih rendah daripada tubuh. Hal ini memberikan kondisi optimum bagi spermatogenesls, atau pembentukan sperma.
 
Tubulus Seminiferus
Setiap testis terisi oleh ratusan tubulus panjang bergelung-gelung yang disebut tubulus seminiferus. Sperma imatur terbentuk dari sel sel tunas yang terletak di dinding tubulus dan kemudian bermigrasi melalui lumen tubulus. seminiferus terbentuk dari dua jenis sel: sel sertoli, yang melapisi bagian dalam tubulus, dan sel interstisium Leydig, yang mengelilingi bagian luar tubulus. Sperma yang tengah berkembang mendapat tunjangan penting dan makanan dari sel-sel Sertoli selama pematangannya. Sel-sel interstisium Leydig mensintesis dan mengeluarkan testosteron selama masa gestasi dan pubertas. Testosteron penting untuk pematangan sperma dan kelangsungan hidup sel Sertoli.
 
Epididimis, Vas Deferens, dan Uretra
Dari tubulus seminiferus, sperma berjalan ke tubulus panjang lain, epididimis. Epiddimis berjalan melingkar di bagian belakang testis kemudian menuju ke atas ke arah rongga peritoneum. Epididimis berjalan menuju vas deferens. Vas deferens masuk ke rongga peritoneum dan melebar untuk membentuk suatu rongga yang disebut ampula, yang memiliki Struktur mirip kelenjar berkelok - kelok yang disebut vesikula seminalis di kedua sisi.
Pada ampula, vas deferens membentuk duktus ejakulatorius. Duktus Ejakulatorius melewati kelenjar prostat dan bergabung dengan uretra intema di bawah kandung kemih. Uretra interna memasuki penis membentuk uretra. Kelenjar pensekresi mukus melapisi uretra.
 
Pematangan Sperma
Sperma di tempat masuk epididimis masih belum matang dan tidak mampu membuahi sel telur. Setelah berjalan melalui vas deferens (memakan waktu Sekitar 2 minggu), sperma akan menjadi matang. Sperma matang dapat disimpan dalam vas deferens dan ampula dan bertahan hidup selama sebulan lebih.
 
Vesikula Seminalis
Pada perangsangan seksual, vesikula seminalis mengeluarkan suatu zat mirip mukus yang mengandung gula, prostaglandin, dan gen ke dalam duktus ejakulatorius. Sperma menggunakan gula untuk energinya dan prostaglandin membantu sperma menembus serviks wanita. Prostaglandin juga dapat menyebabkan kontraksi saluran genitalia wanita, yang mendorong sperma dalam perjalanannya menuju sel telur. 
 
Prostat
Prostat adalah kelenjar berbentuk seperti buah kenari yang terletak tepat di bawah kandung kemih. Sewaktu perangsangan seksual, prostat mengeluarkan cairan encer seperti susu yang mengandung berbagai enzim dan ion ke dalam duktus ejakulatorius. Cairan ini menambah volume cairan vesikula seminalis dan sperma. Cairan prostat bersifat basa (alkalis). Sewaktu mengendap di dalam vagina wanita, bersama dengan ejakulat yang lain, cairan ini menetralkan sekresi vagina yang bersifat asam; cairan ini dibutuhkan karena motilitas sperma akan berkurang dalam lingkungan dengan pH rendah.

Itu tadi sedikit info dari saya semoga bermanfaat suwun..... 
Sumber ; Buku Saku Patofisiologi, Elizabeth J. Corwin, 2009.

2 comments:

Anda Pengunjung Yang Ke


tweet

alexa