Tuesday, 31 January 2012

Langkah Terapi untuk Anak Autis

pencenk-estry.blogspot.com
Selamat Beraktifitas Kawan Semua... mohaon maaf lama tak posting, coment banyak yang terabaikan. Maklum banyak kerjaan. Pada posting kali ini tetap kita akan membahas masalah AUTIS lagi. Memang agaknnya saya lengkapi saja dari pada kurang. Untuk posting  kali ini saya akan menuliskan sedikit tentang Langkah Terapi untuk Anak Autis. Untuk lebih lengkapnya langsung saja Ke TKP....

Pada prinsipnya terapi untuk penderita autis dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu bertujuan untuk menggali kemampuan potensial anak, untuk mandiri, dan merancang pelatihan dan pendidikan berkelanjutan sesuai dengan kewajaran pertumbuhan. Sehingga anak dapat mengembangkan diri dan keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat berkarya atau bekerja secara mandiri.
Berikut ini tahapan langkah terpai untuk anak autis;
1. Rehabilitasi Dasar.
Langkah berikut ini termasuk upaya mendiagnosis autis lebih dini agar dapat diterapkan tahapan program rehabilitasi dasar (basic rehabilitation). Cermati kelainan pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6-18 bulan, adakah kelainan kelainan pada usia ini? Misalnya, apakah bayi bisa bertatapan mata dengan orang lain? Adakah bagian kaki atau tangan yang mengalami kelainan sulit digerakkan? Bagaimana kemampuannya menelungkup, merangkak, ataupun berdiri?
Bila diduga bayi usia ini mengidap autis, maka lakukan perawatan dan pelatihan yang terprogram sesuai dengan target pemulihan yang hendak dicapai. Misalnya, bila gerak kaki atau tangan tak wajar, maka kegiatan perawatan dan pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anak menggerakkan kaki dan tangan sewajar dan senormal mungkin. Tindakan perawatan dan pemulihan terarah pada otot yang mengalami kekakuan atau spastic, otot yang sangat lemas atau hypotonic, dan otot yang gerakannya tidak terkendali atau athetoid.

Perhatikan juga kemampuan anak bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan, misalnya terhadap suara, sinar, dan kemampuan memerhatikan dan meniru ucapan atau panggilan. Umumnya pada usia 12-14 bulan anak sudah mampu berjalan dan bercakap-cakap, meski masih cadel. Ada kasus anak mengalami keterlambatan berbicara, hal ini bisa dikarenakan terjadi gangguan pada organ pendengaran atau kesulitan menelan. Penanganan dini dan tepat akan mempermudah usaha rehabilitasi yang memulihkan kesehatan anak sehingga terlepas dari kelainan-kelainan fungsi organ tubuh yang bila gagal dapat menimbulkan cacat permanen.
 
     2.Rehabilitasi Fungsional
Program ini merupakan lanjutan dari program rehabilitasi dasar. Penekanannya lebih ke perawatan dan pelatihan yang diselaraskan dengan jenis dan tingkat kelainan serta perkembangan kejiwaan anak, terutama dalam masa pembentukan kepribadian anak.

Perawatan diarahkan untuk memulihkan kelemahan yang belum teratasi pada program sebelumnya. Pelatihan dikhususkan untuk memulihkan ketidakwajaran gerakan fisik anak usia 2-4 tahun yang disebabkan oleh kekakuan spastic atau kelemasan hypotonic. Program pelatihan mengarah pada keterampilan bermain, olah raga, seni menari atau menyanyi, dan keterampilan bersosialisasi dalam kelompok. Prinsipnya, tahap lanjutan ini meliputi pelatihan emosi kejiwaan dan peningkatan kecerdasan dasar anak secara terpadu dalam keIompok bermain.
Tantangan yang sangat berat, yaitu bagaimana memulihkan kondisi mental dan kecerdasan anak supaya terbebas dari belenggu kelainan (physical disorder) dan ketertinggalan mental dan intelektual (mental and intellectual retardation) yang sangat menakutkan.
Pada tahapan ini, diharapkan penderita autis dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami, seperti kemampuan berbicara, berkomunikasi dengan orang-orang terdekat, dan berinteraksi dengan lingkungan, sebagai persiapan belajar di sekolah.

    3. Antisipasi Masa Ketenangan Palsu.
Dalam penelitiannya, Dr. Andreas Rett (1966) memperkirakan adanya masa kestabilan atau ketenangan palsu (plateau atau psedudo stationary stage), dan biasanya terjadi pada anak usia 2-10 tahun. Pada tahapan ini kelainan perilaku anak terlihat berkurang, emosinya terlihat lebih stabil dan terkendali. Namun perlu diwaspadai ancaman terus merosotnya kemampuan syaraf sensorik dan motoriknya. Pengamatan lanjut terhadap masa plateau ini penting agar tidak terjadi tahapan makin sulit bergerak atau disebut late motor deteriorafion stage.

Pada tahapan ini perlu pengamatan cermat, supaya tidak terkecoh pada pertumbuhan anak yang sepertinya sudah normal. Perlu kewaspadaan orangtua hingga pertumbuhan anak usia 24 bulan. Biasanya di usia ini anak teriihat normal, tetapi setelah itu biasanya ia akan mengalami penurunan kesehatan yang drastis.

Secara awam, penyebab kelainan pertumbuhan anak setelah berusia 24 bulan dapat disebabkan oleh sindroma heller, yaitu ke celakaan tiba-tiba yang terjadi karena benturan kepala akibat terjatuh atau terpukul, demam panas tinggi, salah makan dan minum, atau salah mengonsumsi obat.
Itu tadi sedikit info dari saya selamat beraktifitas, jangan lupa comenya.. semoga bermanfaat... suwun...

Sumber ; Buku Pintar Kesehatan anak, Aulia Fadhli, 2010.

9 comments:

  1. Kunjungan malam sobat
    Ternyata untuk menangani autis ada langkah- langkahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa lahhh...hehehe terima kasih kunjunganya...

      Delete
    2. ARTIKEL NA KEREN SOB...MAU SHARE NI GW DPT INFO SUPAYA LINK KITA BS DIPROMOSIIN 1JUTA ORANG LEBIH..LGSUNG AJ K BLOG GW N KLO GK KEBERATAN TLONG DAFTAR MELALUI LINK GW..:)gratizz, TRIMZ

      Delete
  2. Semoga langkah-langkah terapi autis yang diberikan di artikel ini bisa bermanfaat bagi penderita autis.

    ReplyDelete
  3. Dengan terapi yang tepat, mudah2an anak dengan symptom autis bisa lebih mandiri dan berkembang...

    ReplyDelete
  4. sangat informatif sob...salam sukses

    ReplyDelete
  5. Visit Here, n support you :)

    ReplyDelete