Saturday, 29 October 2011

PENDERITA HIV/AIDS DI PONOROGO

OKEEE PREEEEN ini merupakan lanjutan dari posting yang lalu. sebenarnya mau posting tantang penyakitnya secara live tapi belum ada waktu untuk baca buku. perpus kampus masih tutup (wajar hari minggu). kalo asal posting kasihan yang baca. oke - oke saat ini saya mantri pencenk akan membahas tentang penderita HIV/AIDS di kota kita tercinta Ponorogo. Posting ini hanya untuk sekedar info saja yang saya CP (copi paste) dari sebagian alamat web terkemuka liat aja di link di akhir posting ini. tujuanya kepada kita agar lebih berhati - hati terhadap virus tersebut dan bukan untuk hal - hal yang negatif (sedikit sok alim lah..xixixixixi.)  . oke langsung saja prennn....

Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terus meningkat dari sebelumnya yang terdeteksi hanya delapan orang pada akhir tahun 2008, menjadi 14 orang pada akhir Oktober 2009.

"Kenaikannya mencapai 75 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo, dr Wiwiek Widiastuti, Selasa.

Ironisnya, dari sekian kasus HIV/AIDS yang teridentifikasi oleh Dinkes itu, sebagian besar sudah dalam kondisi parah/kronis, karena banyaknya angka kematian pada para penderita selama dua tahun terakhir.

Pada tahun 2008, misalnya, dari total delapan kasus HIV/AIDS yang dideteksi oleh dinkes, lima penderita di antaranya meninggal dunia, sedang pada tahun 2009, kasus kematian karena HIV/AIDS bahkan telah mencapai angka delapan orang.

Penyebabnya tidak lain karena masih banyak warga yang diduga terinfeksi HIV/AIDS tapi enggan berobat ke kantor layanan kesehatan terdekat atau rumah sakit daerah.

Sebaliknya, mereka justru berobat ke luar daerah atau bahkan ada yang tidak mau sama sekali berobat maupun memeriksakan diri dengan alasan takut dikucilkan masyarakat sekitar.

Namun jika mengacu pada teori penyebaran HIV/AIDS yang diakui oleh badan kesehatan dunia (WHO) dan juga diadopsi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pusat bahwa setiap satu orang yang dinyatakan positif, dimungkinkan masih ada 99 orang lagi yang diduga menderita penyakit serupa tapi belum diketahui/terdeteksi.

Asumsi satu banding seratus itulah yang mendasari asumsi bahwa jumlah penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Ponorogo sebenarnya telah menembus angka hingga 1.400 orang penderita. (ini antara tahun 2008 - 2009... sekarang hitung sendiri)

"Itu mirip fenomena `gunung es` karena tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus serupa tapi belum terdeteksi," katanya.

Ia menjelaskan kebanyakan kasus HIV/AIDS di "Kota Reog" menyerang warga usia produktif, yakni warga dengan usia remaja anak hingga 40-an tahun.

Penyebabnya cukup bervariasi. Selain karena pola hubungan seks bebas, sebagian lagi karena penularan melalui jarum suntik yang tidak steril yang digunakan secara bergantian pada pengguna narkoba suntik.



Sedangakan pada tahun 2011 penderita HIV / AIDS di Ponorogo meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Dilaporkan Rosi dari Radio Wijaya Kusuma FM pada Jaring Radio Suara Surabaya, Jumat (12/8/2011), antara bulan Januari sampai Juli 2011 tercatat 26 kasus HIV/AIDS yang tersebar di beberapa kecamatan di Ponorogo. Sepuluh diantaranya sudah meninggal dunia

Andi Nurdiana Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo mengatakan bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya tercatat 18 kasus HIV / AIDS sepanjang 2010.

Menurut data yang dimiliki Andi, mayoritas pengidap HIV merupakan TKI usia produktif yang baru datang dari luar negeri. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada PJ TKI agar memberikan penyuluhan mengenai penyakit mematikan tersebut.


itu tadi infonya semoga bermanfaat bagi semua kita... matur ssuwun....... semoga tidak bermanfaat...........................

sumber : klik disini 
               disini juga 

No comments:

Post a Comment